image

Nad ngga pernah merasa puas dengan film yang diadaptasi dari buku.
Well, ada juga sih *the hunger games misalnya*.
Tapi pasti tetep filmnya akan nadya kritik abis abisan.

Tapi tidak dengan film ini.
Brilian!
Film ini melebihi ekspetasiku sebagai penikmat buku KBPJ.
Bisa dibilang itu adalah salah satu novel favoritku.
Dewi Lestari adalah penulis yang paling nadya suka, Sama kaya nadya suka dengan Marcell.
Mereka pasangan serasi bagi nadya waktu itu, semasa SMA.

image

Enough about that, balik ke film lagi ya.

Nad ngga pernah ngerasa pengen nonton film itu lagi dan lagi.
Well, pernah sih, tapi paling banyak 2x deh *the hunger games lagiii hahaha*

Tapi film ini bikin nadya pengen nonton lagi, bahkan sebelum filmnya habis.
Nadya sudah merindukan momen di film itu, hanya dalam beberapa detik.
Ingin diulangi lagi.
Rasanya semua begitu pas, indah.
Magis.

Bukan mendukung tentang cinta terlarang, tapi film dan buku ini benar benar membuka mata nadya. Tentang turbulensi. Bifurkasi. Apalah.

Rasanya nadya melebur dalam film tersebut, merasakan apa yang dirasakan oleh tiap tiap pemeran.

Pernahkan kalian merasa bahwa apa yang kalian tonton itu benar benar apa yang kita alami atau rasakan?
Apa yang ingin kita sampaikan, rasanya tersampaikan. Dengan cara yang lebih indah.
Secara, Raline dan JUNOT gitu.
JUNOT pemirsaaaaah..
Tak ada yang lebih baik dari junot yan memerankan Ferre.
Fedi Nuril sih emang pas banget untuk jadi peran orang tertindas.
Dan Raline,g yaaa dia Raline.
Sempurna.
Dia pantas jadi siapa aja.

image

Tidak pernah ada yang berharap mengalami hal yang buruk, mengerikan dalam hidup. Tapi percayalah, apa yang kalian tak harapkan hari ini, belum tentu tidak akan terjadi suatu saat nanti.

Badai serotonin itu, nadya tahu rasanya.

Andai bisa cerita lebih banyak ^^

Well, novel ini bagus.
Filmnya lebih bagus.

Tonton aja yah..

XoXo,
Nadya

Ps. Sudah kutemukan bintang jatuhku, supernovaku. Sudah ^^