Akhirnya, ini tipe tipe ending film yang nad suka!
Tau kan, betapa nad memuja drama memories in Bali hanya karena endingnya yang tragis *dan tampannya Jo In Sung haha*
Kedua film ini kurang lebih tragisnya seperti itulah, cuma mungkin lebih tragis lagi karena salah satunya masih hidup. Dan setipe juga tuh, karena asal usul dan adat istiadat, cinta mereka tak bersatu.
Kita mulai dari 47 ronin!

image

Nad pernah lihat bukunya, tapiii belum tertarik baca gegara covernya tak menarik *cetek*. Ada hikmahnya juga sih, biasanya kalo udah baca bukunya suka misuh misuh sendiri kalo nonton *Harry potter era.. etapi ngga berlaku yah untuk the hunger games trilogy* ngga puuuas kakak!!! Kurang ini kurang itu.
Jumat sore kita tenggo menuju kepri mall, end up udah hampir penuh aja tuh studio. *lirik tajam temen kantor yg udah book duluaaan..* berhubung ngga punya blitz card kita pasrah aja duduk di kursi mana. Pas nonton the hobbit sih selamat masih dapat kursi lumayan pewe.
Tapi kali ini tidak! Dengan tabah kita ambil aja tuh kursi J *alias paling depan* mamaaaaaakkk mau taro dimana ini muka. Demi bang Keanu kuambillah *mana 3D.. mehong cyiin* dari pada pulang tangan hampa!

image

Walaupun berujung sakit leher dan pinggang *dan sakit kuping karena cowo ganteng disebelah nad yang bawel, lah masa lagi nonton komen melulu dan ditengah tengah film bilang, ini cowo yang main di matrix kan? Ya menuruut ngana???* nad puas dengan film ini.
Ronin diartikan sebagai samurai tak bertuan. Diawal film *kayanya eike telat deh*, Kai (om Keanu) ditemukan oleh Oishi (kaya snack yah) dalam keadaan terluka dan akhirnya dibawa oleh Lord Asano dari Ako. Kai adalah darah campuran, ayahnya orang inggris dan saat itu ia dipandang hina *kalo diindo blaster gitu jadi pemain sinetron deh* belum lagi ia sudah yatim piatu, dipelihara tengu pula!
Kai dekat dengan Mika, puteri dari Lord Asano. Karena kebaikan hati Asano, Kai berjanji akan selalu melindungi tuannya. Termasuk ketika ada serangan makhluk buas, Kai berhasil membunuh makhluk itu. Masalah muncul ketika Shogun dan Lord Kira datang untuk turnamen. Lord kira punya selir yang merupakan siluman rubah *ujung ujungnya jadi naga diana* dan mereka memang ingin menjatuhkan lord Asano.  Kira pun jatuh cinta pada Mika.  Kira dan selirnya merancang rencana busuk, dan berakhir dengan dihukum untuk harakirinya Lord Asano. Mika akan dinikahkan dengan Kira, dan tanah Ako jadi milik Kira.

image

Oishi dkk pun menjadi Ronin, dan mereka dilarang untuk balas dendam atas kematian Asano. Tapi mereka tidak bisa tinggal diam, bersama Kai mereka semua bergerak mencari senjata *ke hutan Tengu* dan balas dendam kepada Kira, sekaligus menyelamatkan puteri Mika.
Berhasil dong.
Tapi teteuup endingnya mereka harus harakiri karena telah melanggar perintah shogun.
Hiks.
Ngga kebayang deh pedihnya hati Mika ngeliat ayahnya dan Kai juga harus mati bunuh diri gitu. Untungnyaa anak dari Oishi, Chihara ngga jadi ikutan harakiri. Pewaris keluarga katanya *peluk Akanishi Jin kuuu*.
Dibuku maupun cerita aslinya *kisah nyata cuy* tokoh Kai ini tak ada, berhubung om Keanu bantam, yaa adalah diana.
Filmnya bagus banget, wajib tonton deh.

image

Nah klo film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (TKVDW) ini juga diangkat dari buku mahakarya Buya HAMKA. Ala ala titanic indonesia tapi beda banget, karena adegan dikapalnya dikit hihi..
Hatikuu tersayat sayat, nad emang lemah kalau lihat bang Junot ini :’)
Pas nonton nad lagi sakiiit, jadi ngga bisa nangis *apa hubungannya yah?* tapi sumpah mati.. sumpah mati *hush, malah nyanyik!!!* filmnya baguuuuus!
Mau nonton sekali lagiii..
Kalo diceritain, deuu spoiler amat yah.
Tonton sendiri deh.

image

Ujung ujungnya, Kai dan Hayati meninggal, puteri mika dan Zainuddin menanggung kesedihan. Kalo dibukunya sih Zainuddin akhirnya sakit sakitan dan meninggal juga😥 tragis amat siih..
Namapun cinta sejati yah.
Semoga nad juga bisa memiliki cinta sejati :’) tapi ngga mau yang tragis gituu.. ngga sanggup!

See you di review geje laiin ♥

XoXo,
Nadya