“Jangan tinggalkan saya, Ainun,”

*postingan ini sama sekali ngga ada hubungannya dengan film korea A Moment to Remember  ituu yaaa..*

Dihari  yang cuacanya geje ini, alias sebentar panas sebentar hujan, akhirnya kesampaian juga Nad nonton film “Habibie & Ainun” ini. Dan tentu saja momen ini sangaaaat  istimewa. Kenapa?

film-habibie-dan-ainun

Karena, hampir 8 tahun Nad kenal dengan teman baik nad yang satu ini, belum pernah sekalipun kami nonton film bareng. Padahal udah wara wiri kemana mana yaa *ngga kemana kemana juga sih*, tapi beneran belum pernah nonton bareng  sama sekali. Hihi.. Tadinya, mau foto before and after nonton film, in case nad ikut ikutan nangis kaya dian pelangi yang udah nonton. Tapi apalah daya, nontonnya aja telat, muka temen nad pun di tekuk. Maafkan saya miss lelet ini Haha (╥_╥)

dian ainun

Waktu ngeliat trailer sebelumnya sempet berkaca – kaca. Dan bener ajaaa, Nad mewek banget nget nget pas nonton. Sayangnyaa Nad belum baca bukunya tuh, kalo udah  baca pasti lebih nyesss. se-nyesss baca surat Habibie untuk Ainun..

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu
Karena, aku tahu semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,
aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah ternyata bahwa kematian itu
benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada air mata yang jatuh kali ini,
aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir,
pada kenangan pahit manis selama kau ada.

Aku bukan hendak mengeluh,
tapi rasanya terlalu sebentar kau di sini.

Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari,
bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

Mana mungkin aku setia,
padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku cinta,
sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,
Kau dari-NYA, dan kembali pada-NYA
dulu kau tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

Selamat jalan sayang
cahaya mataku, penyejuk jiwaku
selamat jalan
calon bidadari surgaku

BJ Habibie – Mei 2010

Filmnya bagus, cuma yang bikin agak ilfil karena ada “iklan” terselubung hihi .. bikin suasana yang tadinya serius jadi buyar .

Overall, a must watch film, i said.

 

 

XoXo,

Nadya