hello! i cant breathe

 

Pt. 4

-Suzy-

Hari yang buruk.

Mungkin dia lupa membaca do’a ketika keluar dorm tadi.

Untung dia berhasil kabur dengan cepat. Kalau tidak,, hiii … suzy bergidik.

Dia lalu berkaca dan merapikan handuk yang membungkus rambutnya, lalu menatap wajahnya.

Minho telah berhasil memporak porandakan hatinya.

Kehidupannya yang tenang, menjalani hari hari trainee dan debut yang melelahkan kini lebih seperti angin topan. Minho dengan mudahnya membuat dia senang atau sedih.

Dia seperti bukan dirinya.

Seandainya hari itu tak pernah ada. Hari mereka bertemu di backstage.

Shinee band besar, dan ia hanya gadis kemaren sore yang baru debut.

Suzy sangat ketakutan, bagaimanapun dia hanya gadis 16 tahun dari gwangjoo, walaupun dia pernah tampil di berbagai acara, tapi acara music seperti ini, yang biasanya dia hanya menonton di TV, membuatnya gugup.

Wajahnya masam dan tak bisa tersenyum. Min oennie menowelnya, “rileks suze. Wajahmu kenapa? ”

Suzy ingat saat itu rasanya dia hanya ingin muntah.

Saat itu dia bertemu minho. Minho memberikannya kopi kaleng hangat, dan mengatakan jika gugup, minho akan minum minuman itu sampai habis dan ia merasa lebih baik.

Ada banyak pria yang lebih tampan dari minho yang pernah dilihat suzy, namun suzy merasa minho lebih tampan dari siapapun.

Dia lelaki yang tulus.

Suzy dapat merasakan ketulusan menjalar dari mata minho, merambat ke hatinya.

Nasib mempertemukan mereka kembali di sebuah acara musik.

Namun sebagai pembawa acara.

Impian masa kecilnya terwujud, namun semuanya tak pernah sama.

Suzy menghela nafas.

Rasa kagum berubah menjadi cinta, namun cinta yang tak terbalas.

Cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Tidak seperti yang suzy bayangkan, atau yang ia idam idamkan bahwa minhoakan membalas cintanya. Minho berlaku “dingin” padanya.

Suzy seperti gadis biasa lain dalam hidup minho.

Suzy merasakan rasa sakit didadanya dan sesak. Tidak dapat bernafas.

Dia tak ingin hanya dia saja yang merasakan hal ini.

Haruskah dia menunjukkan perasaannya? Haruskah dia melakukan pendekatan?

Semua ini membuatnya gila!

Suzy mengambil tasnya, mencari pinko diarinya.

Wajahnya berubah pucat, dimana diary itu?

Dikepalanya berputar kejadian hari ini, manajernya, minho, café, orang aneh itu, bus.. ASTAGA!

Suzy menggigit bibir.

Lalu melihat jam. Sudah pukul 10 malam.

Diarynya pasti tertinggal di café. Bagaimana ini? Bagaimana kalu diary itu di ambil pria aneh.

Suzy kembali membolak balik tas. Kepanikan melandanya.

Tanpa ia sadari handphonenya berdering. Sekali. Dua kali.

Pada panggilan ketiga dia mulai sadar, cepat cepat mengambil handphone itu, dengan tak sabar, tanpa membaca siapa yang sedang menelepon, suzy mengangkatnya.

“Halo, suzy disini.. ada apa? aku sedang sibuk” Serunya tak sabar, sambil masih mengintip celah celah di tasnya.

“Halo, suzy. Ini minho. Maaf, apa aku mengganggumu?”

Suzy seperti tersiram air dingin. Membeku. Minho?

“Ah, minho. Tidak, aku hanya sedang mencari sesuatu. Ada apa?” suzy salah tingkah, cepat cepat ia menghentikan kegiatannya. Lalu ia berlari ke arah jendela. Mencari udara.

“Aku sedang mencoba nomor telepon yang tadi kau berikan kepadaku. Suzy, kau tak apa apa kan? Sepertinya kamu sedang … ada masalah”.

Suzy menatap lampu lampu dari jendela dormnya. Tiba tiba dia merasakan kehangatan.

“Masalah? Tidak.. Tidak ada. Aku hanya sedikit lelah, dan bosan”.

“Kamu harus semangat suzy! Industri ini tidak mudah. Kadang kita bosan, namun suatu saat kamu pasti akan menikmatinya. Seperti aku.”

Suzy tak menjawab. Airmatanya mengalir.

“Baiklah suz, lain kali aku akan menghubungimu. Maaf ya aku mengganggu. Semangat!!”.

Suzy mengelap airmatanya.

“Terima kasih ya, kamu selalu membantuku. Selamat malam”.

Terdengar bunyi klik di ujung sana.

Suzy memeluk handphonenya. Dia sudah melupakan soal diarynya yang hilang, tentang orang aneh itu, tentang my wedding, tentang semuanya.

Dia hanya ingin tidur, dan berharap semoga lain kali itu lekas datang.

Biasanya suzy sit-up dulu sebelum tidur, tapi hari ini suzy langsung berbaring di tempat tidurnya, berselimut, berdoa kemudian terlelap.

Malam itu suzy bermimpi tentang negeri gula gula, dimana ia sebagai puterinya.

Suzy tersenyum dalam tidur.

Tidur terlelap yang ia miliki akhir akhir ini.

 

part 5 are coming, soon❤

 

XoXo,

nadya