Since pt.2 is pretty boring (gah!) yuukk lanjut cyiin ke pt.3

Pt.3

-suzy-

“Benarkah?”

Lagi – lagi suzy membelalakkan matanya. Ternyata benar.

Saat ini ia sedang berada di ruangan manajernya, bersama manajer dan mr. Park.

“iya, suze, kamu akan bermain di reality show my wedding, tapi kita belum bisa memberi tahu pasangan kamu siapa. Are you ok with that?” Tanya mr. Park.

Suzy mengangguk, ragu.

“Jangan khawatir. Kamu kenal dia kok, dia penyanyi juga. Dan kamu pernah bekerja sama dengannya suze. Dan, kalau boleh ku katakan, dia cukup baik. I’m sorry, kita nggak bisa beritahu lebih dari itu. Produsernya minta hal ini di rahasiakan”

Tunggu, aku nggak salah dengar? Penyanyi? Pernah bekerja sama? Tunggu tungu tunggu, seingatnya dia atau grup nya hanya pernah bekerja sama dengan beberapa penyanyi, dan beberapa aktor. Tidak banyak. Bahkan sedikit. Tiba tiba dia terbayang minho. Dia penyanyi kan? Saat ini aku sedang bekerja sama dengannya. Mungkinkah?

Ada beberapa nama lain yang berkelebat di kepala suzy, tapi ia kembali berdoa agar minho yang mereka pilih untuk jadi pasangannya.

“amin.” Gumannya lirih.

“suzy, kamu sedang berdoa? Sepertinya kamu sedang mengharapkan seseorang untuk acara ini.” Seloroh manajernya. Kemudia dia dan mr. Park tertawa.

Suzy tersenyum. “ akan sangat mudah bila aku mengenal pasanganku kan?” tanyanya retorik.

Tidak ada yang lebih indah selain impian jadi nyata.

 

-minho-

Itu dia! Suzy sudah datang ke studio. Tidak seperti biasa, kali ini suzy tampak tersenyum bahagia. Biasanya gadis itu membawa aura gloomy, wajahnya selalu sedikit cemberut. Sepertinya hari ini suzy sedang senang. Syukurlah. Dia sedang tidak siap menerima bom air mata.

“suzy ah~” panggil ji yeon.

“ji yeon oennie..” balasnya ramah sambil tersenyum manis.

Tumben. Batin minho. Biasanya dia cuma menjawab ya dan menunduk tiap disapa.

“ Sudah ku bilang kan, panggil saja aku ji yeon. Kau harus lihat baju untuk konsep kita hari ini. Sangat lucu”.

Ji yeon menarik tangan suzy. Saat itu mata kami bertatapan.

Wajahnya tampak memerah dan menunduk malu, lalu kemudian dia menganggukkan kepala. Memberi salam. Seperti biasa.

Sepertinya dia sudah melupakan hal yang kemarin. Kurasa aku tak perlu membicarakan lagi dan meminta maaf.

“suzy..” panggilku.

Suzy dan juga ji yeon menoleh. Air muka suzy berubah. Ji yeon menatap mereka bingung bergantian.

“suzy, bolehkah aku meminta nomor handphonemu?” tanyaku sambil mengulurkan iPhone.

Suzy mengambilnya dan menulis cepat. 숮이.

“minho oppa, kau tidak meminta nomor handphoneku?” Tanya ji yeon, sambil tersenyum kecil.

“bukannya aku sudah punya nomor handphonemu ji yeon ah?”

Ji yeon tertawa.
Dia suka menggoda minho.

Suzy mengulurkan kembali handphone minho.

“suzy, bagaimana kalau kita melihat bajunya?” suzy berpaling dan terlihat salah tingkah.

“ya”. Jawabnya.

Lalu suzy dan ji yeon pergi ke ruang ganti wanita.

Aku hanya menatap mereka.

nyoba bikin gif tapi kok GAGAL!
kayak kembar!!

-Suzy-

Suzy sangat suka duduk di coffee shop ini. Apabila dia sedang berada di sekitar studio MBC atau sepulang dari membawakan acara, ia selalu singgah dan memesan secangkir kopi latte kesukaannya, dan menulis diary.

Suasana di coffee house, nama kedai itu, sungguh sangat menyenangkan. Dia teringat kedai di rumahnya. Sering sekali dia mengamati pelayannya, dekorasi kedai itu, dan membayangkan bagaimana jika kedai milik orangtuanya dirombak seperti ini. Tiba tiba ia kangen ibunya.

Suzy mengeluarkan pinko, diary kesayangannya, pemberian sahabat di sekolah lamanya dulu.

“agar kau tidak melupakan kami ketika jadi idola suzy”.

Bagaimana suzy bisa lupa pada mereka? Apalagi di saat seperti ini.

Suzy mulai menulis.

“dear diary, hari ini aku bahagiaaaa sekali..

Minho menanyakan nomor handphone ku.

Untuk apa? Kuharap suatu hari minho akan menghubungiku.

Mengajak kencan barangkali? Kyaaaaa… >o<..

 

Seseorang masuk kedalam kedai, suzy melirik, dan melihat penampilan orang itu sangat aneh. Memakai topi, kacamata hitam dan syal yang hampir menutup bibirnya. Wajahnya tidak kelihatan.

Mungkin ia tak ingin dikenali. Mungkin artis. Saat ini suzy pun sedikit menyamar agar tidak dikenali.  Orang itu duduk di belakang suzy.

“coffee latte satu, dengan banyak susu dan sedikit krim. panas sekali kalau bisa”. Pesan orang itu.

Suzy menoleh ke belakang sedikit. Orang itu memesan minuman yang sama dengan suzy, hanya saja suzy tidak suka yang terlalu panas. Dia telah melepas syal dari bibirnya. Seorang pria yang suzy tidak kenal wajahnya.

Suzy segera meminum kopinya. Sangat aneh. Dia jadi takut. Dia pernah dengar dari min oennie kalau ada paman paman yang suka menguntit artis, tapi, tidak mungkin ah, memangnya suzy sebegitu ngetop?

Suzy kembali menulis di diarynya.

dan hari ini manajer mengatakan, kalau aku akan tampil di my wedding.

Sekali lagi, my wedding!! Aigooo~

Aku berharap aku dipasangkan dengan minho, karena tentunya sangat menyenangkan kalau …

Suzy menghentikan tulisannya.

dia tidak bisa berkonsentrasi. Orang berpenampilan aneh itu mengganggu pikirannya. Dia sangat curiga pada orang itu.

Aha, dia ingat, apa yang di ajarkan oennienya ketika kita mencurigai ada orang yang menguntit!

Sangat mudah. Dia lalu mengambil sebuah benda dari tasnya. Cermin. Cermin anna sui kesayangannya. Dengan cermin itu dia  “mengintip” kebelakang. Suzy lalu terkejut. Ternyata pria aneh itu sedang menatapnya.

Dia berbalik kebelakang, orang itu lalu membuang pandangannya ke arah lain. Tadi jelas jelas dia sedang mengamatiku, batin suzy.

Dia sangat yakin, sangat yakin kalau orang itu sedang menguntit!

Suzy menghela nafas. Dia sangat ketakutan. Dan sangat gelisah. Tadi ia meminta di jemput agak lambat karena malam ini suzy tidak ada jadwal kegiatan.

Suzy mengintip lagi. Kali ini pria itu sedang melihat ke handphonenya.  Suzy sedikit lega. Mana mungkin ada pria aneh di sekitar sini, kedai kopi ini juga tidak sepi. Ada beberapa orang lain dan tidak ada yang terganggu karena kehadiran pria tadi. Suzy mengetuk kepalanya. Tidak ada yang salah.

Tapi, jangan jangan, dia sedang berusaha mengambil fotoku?

Penguntit!! Pikirnya.

Suzy cepat berbalik, melihat pria itu. Handphonenya terarah pada suzy. Apa yang dilakukannya?  Suzy cepat cepat menuju kasir. Membayar dan pergi. Dia ketakutan.

“kembaliannya mbaak..” panggil pelayan kedai itu. *duh ngga tau ini bilang mbak di korea apa yaa? Oennie juga kah? Whatever~ :p*

Suzy tidak memperdulikan panggilan pelayan tadi. Beberapa orang menatapnya heran. Dia harus segera berlari ke halte bus terdekat. Atau ke gedung MBC. Kemana saja asal penguntit itu tidak dapat mengejarnya.

Suzy berlari, lalu tiba tiba dari arah coffee house terdengar teriakan memanggil.

“hey nona..” teriak pria aneh itu, kali ini ia telah melepas kacamatanya.

Pria itu memanggilnya?

“Jangan ikuti aku!”. Teriak suzy.

Tuhan, tolong aku dari penguntit itu!

Tanpa menengok kebelakang dua kali suzy langsung berlari ke halte bus terdekat. Menaiki bus yang ada lalu mengambil syal dari tas.  Dia sempat melihat ke jendela luar dan melihat pria itu masih mengejarnya. Ternyata wajahnya sangat tampan.

Cakep cakep penguntit, dengusnya.

Untung bus sudah berangkat dan meninggalkan orang aneh itu, suzy menghembus nafas lega.

Dia hanya ingin cepat pulang.

suzy #1 fans??

Siapa pria penguntit itu?

Kapan syuting my wedding di mulai?

Nantikan di hello! I can’t breathe pt.4

 

XoXo,

nadyaa