part 2 FF nad udah kelar dan siap di publish! setelah telat hampir seminggu *salahin Ddos ya!* akhirnya bisa di publish juga.. hope you enjoy it, coz i’m having a goood time when i write it. saran dan kritik seperti biasa di terima dengan hangat *bukan panas apalagi dingin* demi kemajuan kita bersama –> kaya sambutan pak erte.

anihooo just simply read it and, feel free to write comment.

 

Pt.2

-minho-

“hey, kamu dengar aku?”

Ya ampun, apa yang sedang di pikirkan gadis ini? Di saat reading begini malah bengong! Dia malah mengerjap ngerjap matanya, dan menatapku. Ketika mata kami bertatapan, dia malah membuang muka dan pipinya memerah.

Apa apaan ini? Hampir kubanting naskah yang sedang kupegang, bagaimana aku tidak kesal, daritadi kerjaannya hanya bengong dan melamun.

“ah,maaf minho..aku..itu..sampai dimana tadi?” tanyanya polos. Sampai di mana katanya?

“suzy, kamu bisa serius tidak?” suzy hanya tertunduk. Kali ini matanya berkaca kaca.

Lihat! Sekarang dia malah akan menangis. Memangnya apa yang kulakukan? Wajahnya memerah dan dia Nampak tertekan.

Tapi tetap saja hal ini membingungkan. Bagaimana kalau ada orang yang melihat? Bisa bisa  aku di kira telah berbuat jahat. Hhhhh……

“aku pulaaaang”…. jong hyun dan se kyung sambil bergandengan tangan masuk ke ruang latihan.

Suzy tampak sangat terkejut. Air mata yang bergantung di pelupuk matanya jatuh, lalu cepat cepat ia menghapusnya. Minho tambah bingung. Begitu pula dengan jong hyun dan se kyung. Jong hyun membeku di tempatnya, sementara se kyung menutup mulutnya.

“kenapa tidak mengetuk hyung?” tanyaku dengan sedikit marah. Dan malu. Suzy lalu mengemasi tas nya dengan terburu buru,

“aku pergi” katanya lirih. Sambil setengah berlari dengan mata merah suzy membungkuk kearah jong hyun dan se kyung,

“aku pergi dulu oennie, oppa” tanpa memperdulikan aku yang kebingungan. Gadis itu kenapa sih? Kenapa dia tiba tiba  menangis?

-suzy-

Omona! Tuhan, apa yang akan minho pikirkan tentangku? Dan mengapa aku mengkhayal yang tidak tidak saat latihan, bahkan dalam khayalan pun aku yakin itu bukan mimpi.

Kucubit pipiku lagi, kali ini lebih keras. Aduh, sakiiiiiit,, sakitnya lebih nyata.khayalan tadi menipuku,  rasanya khayalanku benar benar terjadi.

Sukar dipercaya, aku berkhayal tentang aku berpacaran dengan minho, lalu pembicaraan my wedding itu, dan sesenti-lagi-berciuman, dan hal hal lain SAAT SEDANG LATIHAN? Di mana profesionalitasku.

Bagaimana ini, belum lagi tadi ada jjong oppa dan sekyung oennie. ASTAGA! Mereka bisa mengira aku gila!

Aku memang, memang kuakui aku menyukai minho. Sejak pertama melihatnya. Aku percaya cinta pada pandangan pertama. Jantungku rasanya mau copot tiap melihat matanya, dan setiap khayalan tentangnya membuat dadaku bergetar *tsah,,suzy~ ga tahan ini author ngomen*

Rasanya hatiku cenat cenut tiap ada dia, dan . . . tidak bisa bernafas!

“suji ah~ apa yang sedang kamu lakukan? Dari mana kamu, kenapa panik begitu?” min sedang menggendong orange, anjing peliharaan dorm, sedangkan fei dan jia mengikuti dari belakang.

Sangat aneh melihat suzy mengantuk antukkan kepalanya di koridor dorm, dengan wajah yang sangat merana. Kenapa dia?

“oh,,min oennie,,itu..aku….inii…” jawabnya meracau.

Fei menghela nafas, lalu tersenyum mahfum. Si magnae ini pasti telah melakukan sesuatu, yang sangat disesalinya.hanya saja entah apa.

Kalau dia  sedang menyesali sesuatu, dia sering mengantukkan kepalanya kedinding, seperti ini.

“hey, kamu kenapa sih suze, ada yang salah??” min mendekat. Jia onnie ikut ikutan menatap suzy. Suzy melompat.

“tidak apa apa onnie, aku ingin mandi saja..aku ke kamar ya onnie”. Aku dapat merasakan tatapan heran dan gelengan kepala onnie onnieku ketika aku berbalik dan masuk ke kamar.

Aku ingin menangis.

-Dorm minho-

“minho ah~, maaf ya..” se kyung noona menatapku khawatir. “kami tidak sengaja..” sambungnya dengan nada penyesalan.

“ kau apakan dia minho?” sambar jong hyun tanpa rasa berdosa. Se kyung menyikut jong hyun, dengan isyarat bibir ia menyuruh jjong minta maaf.

Jjong makin keras tertawa.

“maaf minho, kami datang pada saat tidak tepat. Tapi aku ingin tahu, kau melakukan apa padanya sampai dia nangis begitu?”

Minho tidak menjawab, pikirannya dipenuh rasa bersalah terhadap suzy, sekaligus rasa bingung. Mungkin suzy sedang ada masalah lalu aku memarahinya. Bagaimana ini?

“minho ah~..” panggil se kyung lagi. “oh.. noona,, tidak apa apa. Semua akan baik baik saja. Aku permisi dulu ya noona, hyung.”

Minho pun berlalu, menuju kamarnya yang terletak dua lantai di atas ruang latihan.

Seharusnya mereka latihan bertiga dengan onew, karena jiyeon tidak bisa hadir. Mereka sedang reading di ruangan latihan privat milik dorm shinee. Mereka selalu berlatih bersama di luar studio.

Tetapi onew mendadak ada keperluan, sehingga hanya tinggal dia dan suzy. Dia tidak mengerti sedikitpun, sehingga ia berpikir mungkin suzy sedang ada masalah. Dia baru saja debut, tekanan tekanan pasti datang dari mana mana.

Minho mengambil iphone nya, lalu dia menyadari, dia tidak punya nomor handphone suzy.

-Dorm suzy-

“menunggu telepon dari sesesorang? Dari tadi ngeliatin hp terus” Tanya Min riang.

Suzy nyengir. Dia malah ingin menelepon minho, berusaha menjelaskan apa yang terjadi padanya. Tapi dia bahkan tidak punya alasan yang bisa menerangkan kenapa tiba tiba dia menangis tadi.

Entah karena dia dimarahi, atau karena dia sangat berharap hal lain. Dia hanya memain mainkan Samsung galaxy S nya.

“oennie hanya ingin memberi tahu, mr. Park ingin bertemu denganmu nanti. Sepertinya ada pekerjaan baru buatmu.”

Suzy membelalakkan matanya, lalu menghembuskan nafas. Eh, ini terlalu indah untuk jadi nyata. Jadi mr. Park ingin membicarakan pekerjaan baru denganku?

Fei oennie dan Jia oennie sangat sibuk dengan pekerjaan lain, begitu pula Min oennie, tiap minggu dia syuting reality show setelah promo album mereka berakhir. Sementara dia sendiri “kurang sibuk”.

Pekerjaan apa ya, pikirnya, My wedding kah?? Tuhanku, aku ingiiiin sekali tampil di reality show itu. Dan semoga aku dipasangkan dengan minho.

Khunnie oppa pernah bilang salah satu dari kami akan tampil di my wedding, dan semoga saja aku bisa memilih siapa pasanganku. Semoga.

Tidak salah kan aku memilih minho, siapa tahu hal ini bisa terwujudkan. Tidak apa apa aku menjadi kekasih pura puranya, asalkan bisa bersamanya tiap saat aku sudah sangaaaat bahagia! Tuhan dengarkan doaku..

“kamu kenapa sih?” suzy terkesiap dari lamunannya. Min oennie sedang meneliti wajahnya.

“oennie, mengejutkanku..” rajuknya.

“aku sudah memanggilmu dari tadi, dan kamu mematung di situ. Kukira kamu kemasukan setan atau apa..” wajah min tampak lucu, sangat serius.

Magnae satu ini sangat mengerikan, wajahnya tampak bingung, sedih tapi kemudian dia senyum senyum. Sendiri. Tanpa bicara dan tanpa ada yang tahu apa yang ada dipikirannya.

“Maaf oennie, tadi aku memikirkan sesuatu.” Jawabnya ringan, kali ini disertai senyum lebar.

“Sebaiknya kita ke ruang makan sekarang, aku lapar. Dan sebaiknya kamu berpakaian yang benar suzy. Aku khawatir dengan tingkahmu” Min berlalu.

Suzy hanya mengangguk cepat.

And then, again,

Bagaimana pertemuan minho dan suzy setelah peristiwa siang tadi?

Apa yang akan disampaikan mr. Park pada suzy?

Nantikan lanjutan cinta cenat cenut hello! I can’t breathe pt 3

XoXo,

nadya