confession : ini FF pertama nad!

sejujurnya, sejak kecil nad seneng banget bikin cerpen, hehe, ampe habis tu bagian belakang  buku tulis ampe diary nad tulisin, yang lucunya ngga pernah ada yang selesai, paling banter 3/4. i’m not good at write, not bad yet. sayangnya nad ngga pernah gabung di komunitas penulis, alangkah baiknya nad bergabung dengan orang orang yang mempunyai ketertarikan pada dunia tulis menulis juga, agar nad bisa banyak membaca, dan juga menerima saran dari orang lain. percaya ngga kalau nad bilang, nad ini pemaluuuuu bgt😦 mau make friend ama orang itu susah banget *kok jadi curhat*. aniwei, antara rasa malu dan berani, antara takut dan pe de, ehm, nad mau publish FF nad di sini. kalo ada yang  mau komenin boleh banget, mau di kritik monggo,, apalagi kalo mau berteman ama nad. welcome banget! FF ini, ya seperti fan fiction lain menggunakan idol/bias sebagai pemeran utama. just check it out😀 *blushing*

HELLO, I CAN’T BREATH!

cast : choi min ho shinee

suzy miss A

kim soo hyun

kim ha neul

member of shinee, member of miss A dan beberapa idol yang terlibat

-Min Ho-

“benarkah?”

Astaga, dia benar benar sangat manis kalau terkejut seperti itu.  Matanya mengerjap ngerjap jenaka, tampak sangat indah, lalu dia menggigit bibirnya dan tersenyum.  Dia tampak sedang membayangkan sesuatu, entah apa, lalu dia menatapku lagi. “minho ah~, katakan, apa itu benar?” dia menarik narik lengan bajuku, seolah dengan begitu dia dapat menuntaskan segala rasa penasarannya. Aku tertawa, sungguh, dia sangat manis kalau begini. Ketika pertama kali bertemu dengannya, dia tampak seperti “putri” yang sombong, yang selalu merengut dan masam. Tidak pernah banyak bicara dan tersenyum sekedarnya saja.

“kenapa kamu Cuma tertawa, minho, kamu sedang ngerjain aku ya?” kali ini dia makin menarik lengan bajuku dengan kencang. “hahaha, tidak suzy, aku ngga lagi ngerjain kamu kok. Yang kukatakan itu benar”. Dia melepaskan tangannya dari lengan bajuku, kali ini ia mencubit pipinya. Lalu meringis. Aku makin tertawa. “Aku sudah bilang dengan manajer ahjussi, agar dia memasangkan kita dalam my wedding.” Dia makin tersenyum, pipinya memerah. My wedding adalah salah satu reality show dimana sepasang idola akan dijodohkan, lalu menikah, tentu saja pura pura. Sebelum menikah, tentu saja mereka harus berkencan agar saling mencocokkan karakter dan menyiapkan “pernikahan” (entah mengapa aku selalu merinding tiap membayangkan hal ini).

Minggu lalu manajerku, choi jin ahjussi mengatakan bahwa aku merupakan cast terbaru untuk my wedding, dan tiba tiba aku teringat wajahnya. “sudahkah ada cast wanitanya, ahjussi? Bagaimana dengan suzy missA?” aku yakin saat itu pipiku sangat merah karena telah salah ucap, lalu dengan cepat kutambahkan. “Sepertinya hanya dia yang tidak sibuk, personil yang lain sudah mengikuti realiy show juga kan?” aku makin yakin suaraku bergetar. Oh come on minho! Suzy itu Cuma seorang gadis. Choi jin menaikkan alis, minho tidak pernah perduli dengan siapa dia dipasangkan, tapi kali ini dia Nampak tertarik. Ah, iya. Minho dan gadis itu kan membawakan acara music yang sama, pikirnya. “baiklah. Kuharap aku bisa menegoisasikan hal ini dengan pihak my wedding, karena kupikir mereka pasti sudah menyiapkannya kan.” Minho mengangguk riang. Dasar, batin choi jin. Minho tidak pernah bias menutupi perasaannya.

Tiba tiba aku merasa pipiku dingin. “ini” . Katanya ringan. Dia menempelkan minuman ringan dingin di pipiku.  Aku dapat melihat bulu bulu matanya yang tebal dan panjang, rambut halus di dahinya serta rambut ekor kudanya yang bergoyang pelan. Aku tersenyum, lalu menatapnya lama, menatap mata cokelat miliknya yang berkilat. Kemudian bibirnya. Dia terlihat bingung, seperti hendak mengatakan sesuatu,  membuka bibirnya. Aku memajukan wajahku beberapa senti ke wajahnya, sekarang aku bisa makin jelas melihat helai bulu matanya. Wajahnya nampak panik, seiring dengan mendekatnya bibir kami, ia lalu memejamkan matanya, kemudian… “aku pulaaang…~” aku melihat matanya melebar, terkejut. Jong hyun dan se kyung sambil bergandengan tangan masuk ke ruangan latihan. Se kyung menutup mulutnya, dan jong hyun membeku di tempat. “kenapa tidak mengetuk hyung?” tanyaku dengan sedikit marah. Dan malu. Suzy lalu mengemasi tas nya dengan terburu buru, “aku pergi” katanya lirih. “aku antar” jawabku. Sambil setengah berlari dengan wajah merah suzy membungkuk kearah jong hyun dan se kyung, “aku pergi dulu oennie, hyung” tanpa memperdulikan aku.

-suzy-

“suzy, dari mana kamu? Kenapa panik begitu?” ketika sampai di dorm, aku melihat min onnie sedang bermain dengan orange, anjing peliharaan dorm. Sementara  fei onnie sedang menyapukan kuteks di jemarinya, dan jia onnie sedang membaca buku. Aku berlari dari pintu depan, secepat mungkin berlari menaiki tangga, setelah dengan terburu buru turun dari bus. “Dari latihan untuk music core oennie. Aku tadi berlari ketika naik tangga.” Jawabku pelan. Fei mengernyit, “seperti bukan kamu saja, oh iya. Besok mr. Park ingin bertemu denganmu, sepertinya ada pekerjaan baru buatmu” fei mengakhiri dengan senyuman. Lalu menatap min. Min nyengir. Astaga, pikirku. Pasti my wedding! Bagaimana ini? Tadinya kupikir akan sangat menyenangkan, tapi kalau begini.. “hey, kamu kenapa sih suze, ada yang salah??” min mendekat. Jia onnie ikut ikutan menatap suzy. Suzy melompat. “tidak apa apa onnie, aku ingin mandi saja..aku ke kamar ya onnie”. Aku dapat merasakan tatapan heran dan gelengan kepala onnie onnieku ketika aku berbalik dan masuk ke kamar. Aku ingin menangis.

-Dorm minho-

“minho ah~, maaf ya..” se kyung oennie menatapku khawatir. “kami tidak sengaja..” sambungnya dengan nada penyesalan. “lain kali kunci pintu” sambar jong hyun tanpa rasa berdosa. Se kyung menyikut jong hyun, dengan isyarat bibir ia menyuruh jjong minta maaf. Jjong makin keras tertawa. “maaf minho,kami datang pada saat tidak tepat. Aku yakin dia tidak apa apa. Dia hanya malu.” Minho tidak menjawab, pikirannya hanya penuh rasa bersalah terhadap suzy. Pintu bus sudah tertutup saat minho berhasil mengejarnya, dia bertabrakan dengan onew tadi. Bagaimana ini? “minho ah~..” panggil se kyung lagi. “oh. Oennie,, tidak apa apa. Semua akan baik baik saja. Aku permisi dulu ya onn, hyung.” Minho pun berlalu, menuju kamarnya yang terletak dua lantai di atas ruang latihan.

Seharusnya mereka latihan bertiga dengan onew, karena jiyeon tidak bisa hadir. Mereka sedang reading di ruangan latihan privat milik dorm shinee, karena jam 9 malam nanti ada take di studio. Mereka selalu berlatih bersama di luar studio.  Tetapi onew mendadak ada keperluan, sehingga hanya tinggal dia dan suzy. Tidak ada yang tahu kalau dia dan suzy adalah sepasang kekasih. Tapi mungkin jjong hyung dan se kyung onnie sudah tahu. Minho mengambil iphone nya, lalu menelpon suzy. Tidak diangkat. Gadis itu pasti marah.

-Dorm suzy-

“suze, handphone mu tuh” min menunjuk Samsung galaxy s milik suzy dengan dagunya. Handphone itu sedang berkedip kedip. “sudah berkali kali, lebih baik cepat kamu angkat.” Tambahnya riang. Suzy baru selesai mandi. “sebentar oennie.” Suzy mengambil hpnya. Minho. Dia menggigit bibirnya. “angkat saja..atau kamu mau onnie keluar dulu?” tanyanya sambil bangkit dari tempat tidur. “ah tidak oennie..”lalu suzy menekan tombol jawab. “astaga suzy,,kenapa baru diangkat?aku mencemaskanmu. Apa kamu sudah sampai di dorm atau bagaimana? Kamu naik bus yang salah. Apa ada orang yang mengenalimu?” cecar minho bertubi tubi, khawatir, membuat suzy harus menjauhkan telinganya dari hpnya. “aku sudah di dorm. Tak apa apa tadi. Maaf terburu buru.” Suzy berusaha menampilkan nada biasa. Dia tak mau min oennie curiga. “malam ini ada take di studio pukul 9 kan? Aku jemput.” Suzy ingin berkata tidak, tapi dia hanya malah menggeleng. “kalau kamu diam berarti setuju.” Suzy hanya diam. “sampai nanti.” Minho memutuskan telepon. Suzy menghela nafas panjang. Dia harus ngomong apa pada minho nanti? Bukankah mereka pacaran? Apakah hal seperti itu wajar, mereka baru kencan 2 bulan. Itu adalah romance pertama mereka. Bahkan berpegangan tangan mereka tidak pernah. Apa ini tidak terlalu cepat?  Lalu ia menatap bayangannya di kaca. Menatap bibirnya. Tiba tiba dia terbayang wajah minho. Tidaaaaak. Ini lebih mengerikan ketika minho menyatakan perasaannya. Saat itu suzy merasa, apa salahnya? Tapi kalau sampai sejauh ini, rasanya dia mau mati saja.

“kamu kenapa sih?” suzy terkesiap dari lamunannya. Min oennie sedang meneliti wajahnya. “oennie, mengejutkanku..” rajuknya. “aku sudah memanggilmu daritadi, dan kamu mematung di situ. Kukira kamu kemasukan setan atau apa..” wajah min tampak lucu, sangat serius. Suzy tersenyum “maaf oennie, aku sedang latihan, malam ini ada take.” Min menatap tak percaya, suzy lebih mirip orang bingung ketimbang orang yang sedang latihan, tapi dia memilih untuk mengabaikannya. setiap orang bisa saja mempunyai rahasia kan? “suze, oennie lapar, oennie ke ruang makan dulu. Jangan lupa jam 7 nanti kita ada briefing di ruang latihan ya.” Suzy mengangguk cepat. “pakai bajumu. oennie ngga mau kamu ke ruang makan begitu. kamu tampak bingung.” cetusnya santai sambil tertawa dan berlalu. didalam hatinya terbersit pertanyaan, ada apa dengan suzy dan minho?

 

Bagaimana pertemuan minho dan suzy setelah peristiwa siang tadi?

Apakah min oennie  curiga pada suzy?

Apa yang akan disampaikan mr. Park pada suzy?

Nantikan lanjutan cinta cenat cenut hello! I can’t breathe!


kisses,

XoXo